Saturday, June 27, 2020

Klasifikasi Biaya Lingkungan

Ronal Hilton membagi jenis biaya lingkungan sebagai berikut:

a.Private dan Social Environmental Cost     Adalah biaya yang ditanggung oleh perusahaan atau individu yang timbul dari aktivitas operasinya. Sebagai contoh adalah biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan agar memenuhi aturan pemerintah mengenai lingkungan dan juga pembersihan danau yang tercemar akibat aktivitas perusahaan, sedangkan Social Environmental Cost adalah biaya yang ditanggung oleh masyarakat secara luas, sebagai contoh adalah biaya yang tanggung oleh pembayar pajak untuk membayar gaji pegawai pemerintah yang mengawasi permasalahan lingkungan, biaya untuk membersihkan sungai atau danau yang tercemar, atau biaya yang ditanggung oleh individu, maupun pihak swasta dan asuransi kesehatan masyarakat berkaitan dengan masalah kesehatan yang ditimbulkan oleh polusi. Salah satu kejadian tragis ditahun 2010 adalah kebocoran minyak di Teluk Meksiko yang berasal dari ledakan kilang minyak lepas pantai Deepwater Horizon menjadi contoh nyata dari private maupun social environmental cost.

          Social environmental cost ditunjukkan oleh kerusakan besar yang dimasa yang akan datang termasuk biaya yang timbul untuk membersihkan pantai dan lahan basah yang ada, rusaknya wilayah rekresasi dan juga industri perikanan lokal, serta juga masalah kesehatan masyarakat akibat kontaminasi hydrocarbon di air sekitar teluk, rawa dan pantai. Sedangkan private environmental cost akan ditanggung oleh perusahaan- perusahaan yang ikut serta dalam pengoperasian pengeboran Deepwater Horizon seperti British Petroleum dan rekanannya dimana total cost yang harus ditanggung oleh BP sendiri secara estimasi di tahun 2010 adalah sebesar USD 40 Milliar.

b.Visible dan Hidden Environmental Cost        Setelah kita mengerti mengenai private dan social environmental cost, maka perlu juga dipahami mengenai visible dan hidden environmental cost karena bisa jadi private maupun social environmental cost itu sifatnya visible atau hidden.

       Visible environmental cost adalah biaya-biaya yang dapat teridentifikasi, terukur dan dihubungkan kepada masalah-masalah lingkungan yang terjadi, seperti contoh adalah: biaya pajak untuk membayar pegawai pemerintah yang mengawasi masalah lingkungan, atau juga biaya yang dikeluarkan untuk membersihkan sungai dan danau yang tercemar.

       Hidden environmental cost adalah biaya-biaya yang sangat susah teridentifikasi dan dihubungkan dengan masalah-masalah lingkungan yang terjadi seperti biaya yang ditanggung oleh individu, serta asuransi kesehatan mengenai dampak kanker pada penggunaan sun-block, atau karena semakin menipisnya lapisan ozon dimana kedua hal ini masih menjadi perdebatan dan belum ada yang meyakinkan secara pasti hubungan antara kanker dan kedua hal ini.

Budget Perubahan Aktiva Tetap

Budget Perubahan Aktiva Tetap (Capital Addition Budget) ialah budget yang merencanakan secara lebih terperinci tentang perubahan- perubahan Aktiva Tetap dari waktu-waktu selama pereiode yang akan datang. 

Adapun perubahan-perubahan Aktiva Tetap tersebut antara lain meliputi:
a. Pembelian aktiva tetap baru, seperti misalnya pembelian mesin untuk menambah mesin-mesin lama yang sudah ada;  
    membeli gedung baru untuk menambah gedung lama yang sudah ada; dan sebagainya.
b. Pembuatan aktiva tetap baru, seperti misalnya membangun sendiri gedung baru untuk menambah gedung lama yang sudah
    ada, dan sebagainya.
c. Penambahan aktiva tetap yang lama dengan aktiva tetap yang baru, atau dengan komponen-komponen aktiva tetap yang
    baru,dimana tambahan aktiva tetap (komponen) yang baru tersebut menjadi satu bagian yang tak terpisahkan dengan 
    aktiva tetap lama yang bersangkutan (addition)
d. Perbaikan berat (bettermen) aktiva tetap lama yang sudah ada, agar dapat berfungsi kembali dengan baik.
e. Penjualan aktiva tetap yang lama, yang mungkin disebabkan karena sudah habis umur ekonomisnya, atau karena 
    perusahaan merana kelebihan kapasitas, dan sebagainya.
f. Penurunan nilai aktiva tetap dalam bentuk depresiasi (depresiasion).

Kegunaan Budget Perubahan Aktiva Tetap

Secara umum, semua budget, termasuk budget perubahan aktiva tetap, mempunyai tiga kegunaan pokok, yaitu sebagai pedoman kerja, sebagai alat mengkoordinasi kerja, serta sebagai alat pengawasan kerja, yang membantu management dalam memimpin jalannya perusahaan.

Secara khusus budget perubahan aktiva tetap adalah sebagai dasar untuk penyusunan budget kas, karena perubahan-perubahan aktiva tetap tersebut akan mempengaruhi kas.

Faktor-faktor yang mempengaruhi penyusunan Budget Perubahan Aktiva Tetap
Agar suatu budget dapat berfungsi dengan baik, maka taksiran-taksiran yang termuat di dalamnya harus cukup akurat, 
sehingga tidak jauh berbeda dengan realisasinya nanti.adapun faktor-faktor yang harus diperhatikan didalam menyusun Budget Perubahan Aktiva Tetap, antara lain:

1. Budget Unit yang akan Diproduksikan, khususnya tentang jenis(kualitas) dan jumlah (kuantitas) barang yang akan 
    diproduksikan dari waktu-kewaktu selama priode yang akan datang.
2. Kondisi Aktiva Tetap lama yang sudah ada. Semakin baik kondisi Aktiva Tetap lama yang sudah ada, akan cenderung 
    untuk tidak mengadakan perubahan-perubahan aktiva tetap.
3. Tersedianya modal yang dimiliki perusahaan. Modal yang cukup trsedia akan memungkinkan perusahaan untuk 
     mengadakan penambahan aktiva tetap.
4. Perkembangan teknologi, terutama yang berhubungan dengan mesin-mesin dan peralatan peroduksi.
5. Umur ekonomis aktiva tetap lama yang sudah ada. Semakin pendek umur ekonomis aktiva tetap yang dimiliki perusahaan,
    akan semakin cepat perusahaan mengadakan penggatian aktiiva tetapnya. metode depresiasi yang dipakai oleh perusahaan.

Budget Persediaan

Anggaran persediaan merupakan anggaran yang merencanakan secara terperinci berapa nilai persediaan pada periode yang akan dating. Pada perusahaan manufaktur persediaan yang ada terdiri dari 3 jenis, yakni persediaan material, persediaan barang setengah jadi dan persediaan barang jadi.

1. Anggaran Persediaan Material


Dalam anggaran ini yang akan direncanakan adalah berapa nilai persediaan material untuk setiap akhir periode.

Faktor yang mempengaruhi besar kecilnya nilai persediaan material yakni :

Jumlah Materaial yang Tersedia


Semakin besar jumlah material yang tersedia atau yang akn disediakan maka nilai persediaan akan semakin besar. Jumlah material yang akan dijadikan sebagai persediaan bias didasarkan pada kebutuhan material untuk satu bula atau dua bulan.

Harga Beli Material per Satuan

Bila material yang ada di gudang dibeli dari beberapa supplier dan pada setiap pembelian harganya berbeda, maka akan timbul permasalahan yakni persediaan yang direncanakan akan dinilai dengan harga yang mana.

Ada 3 metode yang dapat dipilih yakni :

FIFO (First in First Out)

Dalam metode ini diasumsikan bahwa material yang pertama dibeli langsung diproses, bila dari pembelian pertama telah diproses semua maka akan mengambil dari pembelian kedua dan seterusnya. Dengan demikian bila ada persediaan akhir, maka persediaan tersebut berasal dari pembelian terakhir atau persediaan tersebut dinilai dengan harga pada pembelian terakhir.

LIFO (Last in First Out)

Dalam metode ini diasumsikan bahwa material yang terakhir dibeli langsung diproses, bila dari pembelian terakhir telah diproses semua maka akan mengambil dari pembelian sebelumnya dan seterusnya. Dengan demikian bila ada persediaan akhir maka persediaan tersebut berasal dari pembelian pertama atau persediaan tersebut dinilai dengan harga pada pembelian pertama.

Average

Dalam metode ini persediaan material pada akhir periode akan dinilai dengan harga rata-rata dari pembelian material.

2. Anggaran Persediaan Barang Dalam Proses

Barang dalam proses merupakan material yang telah diproses tetapi belum selesai, sehingga masih memerlukan proses lebih lanjut. Faktor yang mempengaruhi besar- kecilnya nila persediaan barang dalam proses akan tergantung pada :

Unit/jumlah Barang dalam Proses
Semakin besar jumlah barang yang masih dalam proses maka nilai persediaannya akan semakin besar.

Tingkat Penyelesaian Produk
Tingkat penyelesaian produk dilihat dari penyelesaian masing-masing komponen produksi yaitu material, TKL & Overhead pabrik.

Tarif Biaya Produksi

Bila tingkat penyelesaian komponen produk tidak sama maka masing-masing unsure biaya tersebut berdasarkan pada tarif-tarif biaya material, tarif biaya TKL dan tarif BOP.

3. Anggaran Persediaan Barang Jadi

Persediaan barang jadi diperlukan untuk melayani penjualan yang tidak direncanakan atau penjualan nonreguler. Bila persediaan barang jadi tidak mencukupi maka konsumen kemungkinan akan membeli produk merek lain.

Faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya nilai persediaan barang jadi :

Unit Persediaan

Besarnya persediaan bias ditentukan berdasarkan rata-rata penjualan per bulan atau pendekatan yang lain.

Metode Penentuan Harga Pokok
        Ada dua pendekatan dalam penentuan harga pokok yaitu :

a.Metode Full Costing

Metode full costing adalah metode penetuan harga pokok produk yang memasukkan semua biaya produksi sebgai komponen haraga pokok produk, yaitu material, tenaga kerja langsung, BOP variable dan BOP tetap.

b.Metode Variabel Costing
Metode variable costing adalah metode penentuan harga produk yang memasukkan biaya produksi yang bersifat variabel sebagai komponen harga pokok produk, yaitu material, TKL dan BOP variabel.

Indikator PDB beserta Fungsinya

PENGERTIAN PENDAPATAN NASIONAL
PDB pada dasarnya merupakan jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha dalam suatu negara tertentu, atau merupakan jumlah nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh seluruh unit ekonomi. PDB atas dasar harga berlaku menggambarkan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga yang berlaku pada setiap tahun, sedangkan PDB atas dasar harga konstan menunjukkan nilai tambah barang dan jasa tersebut yang dihitung menggunakan harga yang berlaku pada satu tahun tertentu sebagai dasar.
PDB atas dasar harga berlaku dapat digunakan untuk melihat pergeseran dan struktur ekonomi, sedang harga konstan digunakan untuk mengetahui pertumbuhan ekonomi dari tahun ke tahun.
Ini 10 Negara dengan PDB Terbesar di Dunia, RI Urutan Berapa?

Dari data PDB dapat juga diturunkan beberapa indikator ekonomi penting lainnya, seperti :

1. Produk Nasional Bruto
yaitu PDB ditambah dengan pendapatan neto dari luar negeri. Pendapatan neto itu sendiri merupakan pendapatan atas faktor produksi (tenaga kerja dan modal) milik penduduk Indonesia yang diterima dari luar negeri dikurangi dengan pendapatan yang sama milik penduduk asing yang diperoleh di Indonesia.

2. Produk Nasional Neto atas dasar harga pasar
yaitu PDB dikurangi dengan seluruh penyusutan atas barang-barang modal tetap yang digunakan dalam proses produksi selama setahun.

3. Produk Nasional Neto atas dasar biaya faktor produksi yaitu
produk nasional neto atas dasar harga pasar dikurangi dengan pajak tidak langsung neto. Pajak tidak langsung neto merupakan pajak tidak langsung yang dipungut pemerintah dikurangi dengan subsidi yang diberikan oleh pemerintah. Baik pajak tidak langsung maupun subsidi, kedua-duanya dikenakan terhadap barang dan jasa yang diproduksi atau dijual. Pajak tidak langsung bersifat menaikkan harga jual sedangkan subsidi sebaliknya. Selanjutnya, produk nasional neto atas dasar biaya faktor produksi disebut sebagai Pendapatan Nasional.

4. Angka-angka per kapita
yaitu ukuran-ukuran indikator ekonomi sebagaimana diuraikan di atas dibagi dengan jumlah penduduk pertengahan tahun.

PDB memiliki fungsi untuk mengukur sejauh mana kebijakan ekonomi yang diterapkan pemerintah maupun mendorong aktivitas perekonomian domestik. Batas wilayah untuk perhitungan PDB ini adalah Negara. 

POLITIK ANGGARAN DALAM KEBIJAKAN FISKAL

Mengenal dan Membuat Anggaran Kas