Showing posts with label Budgeting. Show all posts
Showing posts with label Budgeting. Show all posts

Monday, November 16, 2020

CONTOH SOAL BUDGET BIAYA ADMINISTRASI DAN UMUM

 CONTOH SOAL BUDGET BIAYA ADMINISTRASI DAN UMUM

Berikut contoh perhitungan anggaran biaya administrasi dan umum yang dilakukan pada PT. Argotama:

PT. Argotama, sebuah perusahaan produsen pensil yg berlokasi di Jakarta. Pada bulan Nopember 2020, kantor administrasi perusahaan ini membuat anggaran berkaitan dengan rencana kerja tahun 2021 untuk mendukung seluruh aktivitas perusahaan dalam mencapai tujuannya. Pada tahun 2020, biaya yang dikeluarkan untuk administrasi dan umum adalah sebagai berikut:

·         Gaji 4 staf administrasi sebesar Rp 98.000.000;

·         Gaji 2 manajer sebesar Rp 75.000.000;

·         Gaji direktur sebesar Rp 86.000.000;

·         Biaya sewa kendaraan sebesar Rp 36.000.000;

·         Biaya urusan hukum Rp 24.000.000;

·         Biaya korespondensi Rp 6.000.000;

·         Biaya telpon Rp 12.000.000;

·         Biaya listrik Rp 19.000.000;

·         Biaya alat tulis dan cetak Rp 12.000.000;

·         Biaya penyusutan gedung kantor Rp 15.000.000;

·         Biaya penyusutan kendaraan Rp 24.000.000;

·         Macam-macam biaya administrasi sebesar Rp 9.000.000.

Untuk tahun 2021, perusahaan menganggarkan kenaikan biaya admnistrasi dan umum. Perubahan tersebut mencakup hal-hal berikut:

·         Kenaikan gaji staf adm sebesar 20%

·         Kenaikan gaji manajer & direktur masing-masing sebesar 20% & 15%

·         Direncanakan merekrut 2 orang staf adm baru, dgn gaji per bulan sebesar Rp 2.000.000 / orang

·         Tarif listrik diperkirakan akan naik sebesar 20%

·         Biaya-biaya yg lain diperkirakan tidak berubah.


Untuk tutorial pengerjaannya silahkan akses link Youtube :

Penyelesaian Budget Biaya Administrasi Part 1

Untuk penjelasan mengenai konsep budget administarasi silahkan akses link :

Konsep Budget Administrasi


Langkah Membuat Budget Biaya Administrasi

 Mengenal Budget Biaya Administrasi

Menurut Munandar (2003, hal 187) pengertian anggaran biaya administrasi adalah Anggaran yang merencanakan secara lebih terperinci tentang biaya yang terjadi serta biaya lain yang sifatnya untuk keperluan secara keseluruhan, yang di dalamnya meliputi rencana tentang jenis biaya administrasi, jumlah biaya administrasi, dan waktu (kapan) biaya administrasi tersebut terjadi dan dibebankan, yang masing-masing dikaitkan dengan tempat (departemen) dimana biaya administrasi tersebut terjadi. Anggaran biaya umum adalah anggaran yang berisi semua biaya-biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk direksi dan stafnya, bagian keuangan dan bagian administrasi.

Anggaran administrasi yaitu anggaran yang berisi biaya-biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk kegiatan-kegiatan  yang menunjang usaha perusahaan diluar kegiatan pabrik. Anggaran biaya administrasi merupakan anggaran yang disusun secara terperinci tentang besarnya biaya administrasi perusahaan dan biaya-biaya lain untuk keperluan secara keseluruhan dari perusahaan.

Dalam penyusunan anggaran biaya administrasi ada beberapa faktor yang mempengaruhi penyusunan anggaran biaya administrasi antara lain :

1.      Anggaran penjualan

2.      Anggaran unit yang diproduksikan

3.      Berbagai standar yang telah ditetapkan perusahaan

4.      System pembayaran upah (gaji)

5.      Metode depresiasi

6.      Metode alokasi biaya

Sangat penting mengetahui faktor yang mempengaruhi penyusunan anggaran agar bisa meminimalisir resiko yang mungkin terjadi. Berikut adalah faktor yang mempengaruhi penyusunan anggaran:

1.      Faktor internal :

·         Data penjualan pada tahun-tahun yang lalu;

·         Kebijaksanaan perusahaan yang berhubungan dengan masalah harga jual, syarat pembayaran yang dijual, dan sebagainya.

·         Kapasitas produksi yang dimiliki perusahaan

·         Tenaga kerja, modal kerja dan fasilitas-fasilitas yang dimiliki perusahaan

2.      Faktor eksternal

·              Keadaan persaingan

·              Tingkat pertumbuhan penduduk

·              Tingkat penghasilan masyarakat

 

Langkah-langkah dalam rangka penyusunan standar biaya administrasi dan umum adalah sebagai berikut:

1.      Observasi dan analisa pendahuluan

Langkah ini penting di dalam memastikan semua masalah yang harus diketahui, dan memilih luasnya kegiatan yang dapat distandarisasi serta untuk membantu mengeliminasi kelemahan-kelemahan yang sifatnya routine.

2.      Memilih fungsi atau kegiatan yang disusun standarnya

Standar biaya administrasi dan umum hanya dapat disusun untuk fungsi atau kegiatan yang presentasinya dapat diukur secara pasti, dalam bentuk satuan standar pengukur.

3.      Penentuan satuan standar pengukur kegiatan

Satuan standar pengukur untuk suatu bagian atas sub-bagian kegiatan administrasi umum tergantung kepada kegiatan khusus yang dilaksanakan oleh bagian yang bersangkutan, sehingga dapat dipakai alat mengukut prestasi.

4.      Menentukan metode dan perhitungan dasar

Penelitian gerak dan waktu hanya dilakukan terhadap bagian atau sub-bagian dari fungsi administrasi dan umum ynag dapat disusun standarnya. Atas dasar penelitian gerak dan waktu tersebut disusun anggaran biaya dan dihitung besarnya biaya standar.

5.      Testing atas biaya standar

Setelah biaya standar dihitung, maka standar tersebut harus dites lebih dahulu untuk mengetahui apakah praktis dipakai.

6.      Aplikasi akhir

Dalam aplikasi akhir dari standar memerlukan penjelasan dan keikutseraan para pelaksana, sesuai dengan tanggungjawab atas pekerjaannya masing-masing, karena yang akan diukur prestasinya adalah para pelaksana tersebut.

Contoh Soal Budget Biaya Administrasi dan Umum Klik Link berikut :

Soal Budget Biaya Administrasi

Tugas  Mahasiswa :

Buatlah Contoh Anggaran Budget Biaya Administrasi secara berkelompok maksimal 6 Mahasiswa, buat dalam bentuk pdf dengan waktu pengerjaaan maksimal 1 minggu. (Tidak boleh sama persis dengan kelompok lainnya dalam satu kelas.

Monday, September 21, 2020

SOAL LATIHAN FORECASTING BUDGET METODE KUADRAT TERKECIL

 

CONTOH KASUS

 

1. PT. Pasti Zukzes ingin membuat ramalan penjualan tahun 2021. Adapun data penjualan aktual selama 4 tahun terakhir sebagai berikut :

 

Tahun

Penjualan

 

2017

5.200 unit

2018

5.400 unit

2019

5.450 unit

2020

4.500 unit

20.550 unit

 

Pada Tahun 2021 Perusahaan berencana menjual satu jenis barang dengan harga jual per unit @ sebesar Rp. 200. Harga jual/unit tiap triwulan tahun 2020 mendatang diperkirakan naik 10% dari triwulan dibelakangnya. Perkiraan penjualan triwulan I = 35%, II = 30%, III = 30% dan IV = 35%.

 

Berdasarkan data diatas, buatlah ramalan penjualan tahun 2021 dengan metode kuadrat terkecil dan susunlah anggaran penjualan tiap triwulannya.

Saturday, June 27, 2020

Budget Perubahan Aktiva Tetap

Budget Perubahan Aktiva Tetap (Capital Addition Budget) ialah budget yang merencanakan secara lebih terperinci tentang perubahan- perubahan Aktiva Tetap dari waktu-waktu selama pereiode yang akan datang. 

Adapun perubahan-perubahan Aktiva Tetap tersebut antara lain meliputi:
a. Pembelian aktiva tetap baru, seperti misalnya pembelian mesin untuk menambah mesin-mesin lama yang sudah ada;  
    membeli gedung baru untuk menambah gedung lama yang sudah ada; dan sebagainya.
b. Pembuatan aktiva tetap baru, seperti misalnya membangun sendiri gedung baru untuk menambah gedung lama yang sudah
    ada, dan sebagainya.
c. Penambahan aktiva tetap yang lama dengan aktiva tetap yang baru, atau dengan komponen-komponen aktiva tetap yang
    baru,dimana tambahan aktiva tetap (komponen) yang baru tersebut menjadi satu bagian yang tak terpisahkan dengan 
    aktiva tetap lama yang bersangkutan (addition)
d. Perbaikan berat (bettermen) aktiva tetap lama yang sudah ada, agar dapat berfungsi kembali dengan baik.
e. Penjualan aktiva tetap yang lama, yang mungkin disebabkan karena sudah habis umur ekonomisnya, atau karena 
    perusahaan merana kelebihan kapasitas, dan sebagainya.
f. Penurunan nilai aktiva tetap dalam bentuk depresiasi (depresiasion).

Kegunaan Budget Perubahan Aktiva Tetap

Secara umum, semua budget, termasuk budget perubahan aktiva tetap, mempunyai tiga kegunaan pokok, yaitu sebagai pedoman kerja, sebagai alat mengkoordinasi kerja, serta sebagai alat pengawasan kerja, yang membantu management dalam memimpin jalannya perusahaan.

Secara khusus budget perubahan aktiva tetap adalah sebagai dasar untuk penyusunan budget kas, karena perubahan-perubahan aktiva tetap tersebut akan mempengaruhi kas.

Faktor-faktor yang mempengaruhi penyusunan Budget Perubahan Aktiva Tetap
Agar suatu budget dapat berfungsi dengan baik, maka taksiran-taksiran yang termuat di dalamnya harus cukup akurat, 
sehingga tidak jauh berbeda dengan realisasinya nanti.adapun faktor-faktor yang harus diperhatikan didalam menyusun Budget Perubahan Aktiva Tetap, antara lain:

1. Budget Unit yang akan Diproduksikan, khususnya tentang jenis(kualitas) dan jumlah (kuantitas) barang yang akan 
    diproduksikan dari waktu-kewaktu selama priode yang akan datang.
2. Kondisi Aktiva Tetap lama yang sudah ada. Semakin baik kondisi Aktiva Tetap lama yang sudah ada, akan cenderung 
    untuk tidak mengadakan perubahan-perubahan aktiva tetap.
3. Tersedianya modal yang dimiliki perusahaan. Modal yang cukup trsedia akan memungkinkan perusahaan untuk 
     mengadakan penambahan aktiva tetap.
4. Perkembangan teknologi, terutama yang berhubungan dengan mesin-mesin dan peralatan peroduksi.
5. Umur ekonomis aktiva tetap lama yang sudah ada. Semakin pendek umur ekonomis aktiva tetap yang dimiliki perusahaan,
    akan semakin cepat perusahaan mengadakan penggatian aktiiva tetapnya. metode depresiasi yang dipakai oleh perusahaan.

Budget Persediaan

Anggaran persediaan merupakan anggaran yang merencanakan secara terperinci berapa nilai persediaan pada periode yang akan dating. Pada perusahaan manufaktur persediaan yang ada terdiri dari 3 jenis, yakni persediaan material, persediaan barang setengah jadi dan persediaan barang jadi.

1. Anggaran Persediaan Material


Dalam anggaran ini yang akan direncanakan adalah berapa nilai persediaan material untuk setiap akhir periode.

Faktor yang mempengaruhi besar kecilnya nilai persediaan material yakni :

Jumlah Materaial yang Tersedia


Semakin besar jumlah material yang tersedia atau yang akn disediakan maka nilai persediaan akan semakin besar. Jumlah material yang akan dijadikan sebagai persediaan bias didasarkan pada kebutuhan material untuk satu bula atau dua bulan.

Harga Beli Material per Satuan

Bila material yang ada di gudang dibeli dari beberapa supplier dan pada setiap pembelian harganya berbeda, maka akan timbul permasalahan yakni persediaan yang direncanakan akan dinilai dengan harga yang mana.

Ada 3 metode yang dapat dipilih yakni :

FIFO (First in First Out)

Dalam metode ini diasumsikan bahwa material yang pertama dibeli langsung diproses, bila dari pembelian pertama telah diproses semua maka akan mengambil dari pembelian kedua dan seterusnya. Dengan demikian bila ada persediaan akhir, maka persediaan tersebut berasal dari pembelian terakhir atau persediaan tersebut dinilai dengan harga pada pembelian terakhir.

LIFO (Last in First Out)

Dalam metode ini diasumsikan bahwa material yang terakhir dibeli langsung diproses, bila dari pembelian terakhir telah diproses semua maka akan mengambil dari pembelian sebelumnya dan seterusnya. Dengan demikian bila ada persediaan akhir maka persediaan tersebut berasal dari pembelian pertama atau persediaan tersebut dinilai dengan harga pada pembelian pertama.

Average

Dalam metode ini persediaan material pada akhir periode akan dinilai dengan harga rata-rata dari pembelian material.

2. Anggaran Persediaan Barang Dalam Proses

Barang dalam proses merupakan material yang telah diproses tetapi belum selesai, sehingga masih memerlukan proses lebih lanjut. Faktor yang mempengaruhi besar- kecilnya nila persediaan barang dalam proses akan tergantung pada :

Unit/jumlah Barang dalam Proses
Semakin besar jumlah barang yang masih dalam proses maka nilai persediaannya akan semakin besar.

Tingkat Penyelesaian Produk
Tingkat penyelesaian produk dilihat dari penyelesaian masing-masing komponen produksi yaitu material, TKL & Overhead pabrik.

Tarif Biaya Produksi

Bila tingkat penyelesaian komponen produk tidak sama maka masing-masing unsure biaya tersebut berdasarkan pada tarif-tarif biaya material, tarif biaya TKL dan tarif BOP.

3. Anggaran Persediaan Barang Jadi

Persediaan barang jadi diperlukan untuk melayani penjualan yang tidak direncanakan atau penjualan nonreguler. Bila persediaan barang jadi tidak mencukupi maka konsumen kemungkinan akan membeli produk merek lain.

Faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya nilai persediaan barang jadi :

Unit Persediaan

Besarnya persediaan bias ditentukan berdasarkan rata-rata penjualan per bulan atau pendekatan yang lain.

Metode Penentuan Harga Pokok
        Ada dua pendekatan dalam penentuan harga pokok yaitu :

a.Metode Full Costing

Metode full costing adalah metode penetuan harga pokok produk yang memasukkan semua biaya produksi sebgai komponen haraga pokok produk, yaitu material, tenaga kerja langsung, BOP variable dan BOP tetap.

b.Metode Variabel Costing
Metode variable costing adalah metode penentuan harga produk yang memasukkan biaya produksi yang bersifat variabel sebagai komponen harga pokok produk, yaitu material, TKL dan BOP variabel.

Mengenal dan Membuat Anggaran Kas

Sunday, May 10, 2020

Soal Latihan Budget Pabrik Tidak Langsung

Informasi Untuk Bulan Selanjutnya :

Setelah kalian menyimak video Youtube dan Membaca Soal Bagaimana membuat budget di bulan Januari, Maka untuk bulan selanjutnya informasi yang diketahui sebagai berikut:
Besarnya gaji Tenaga Kerja Tidak Langsung ditetapkan dalam jumlah tertentu untuk satu bulan, dan tidak dipengaruhi oleh banyak-sedikitnya jumlah produksi pada bulan yang bersangkutan.  Selama tahun 2020 yaitu pada bulan Mei 2020 dan bulan September 2020.

Gaji Karyawan Bulan Mei 2020
·         Adm. Pabrik = Rp 215.000,00
·         Bengkel = Rp 525.000,00
·         Diesel = Rp 430.000,00
·         Departemen A = Rp 540.000,00
·         Departemen B = Rp 490.000,00
·         Departemen C = Rp 175.000,00

Bulan Februari 2020
·         Selama 59.500 JKTKL pada bulan Februari 2020
·         Selama bulan Februari 2020 para Tenaga Kerja Langsung direncanakan akan bekerja di Departemen A selama 31.000 JKTKL
·         Selama bulan Februari 2020 para Tenaga Kerja Langsung direncanakan akan bekerja di Departemen B selama 16.400 JKTKL
·         Selama bulan Februari 2020 para Tenaga Kerja Langsung direncanakan akan bekerja di Departemen C selama 10.550 JKTKL

Bulan Maret 2020
·         selama 62.000 JKTKL pada bulan Maret 2020
  • Selama bulan Februari 2020 para Tenaga Kerja Langsung direncanakan akan bekerja di Departemen A selama 31.120 JKTKL
  • Selama bulan Februari 2020 para Tenaga Kerja Langsung direncanakan akan bekerja di Departemen B selama 16.480 JKTKL
  • Selama bulan Februari 2020 para Tenaga Kerja Langsung direncanakan akan bekerja di Departemen C selama 10.620 JKTKL
Biaya Pemeliharaan Gedung
Besarnya biaya pemeliharaan gedung Januari sampai April 2020 sebesar Rp 100.000,00 setiap bulan ditambah dengan Rp 5,00 per JKTKL pada setiap bulan bersangkutan. Untuk bulan Mei 2020 sampai Agustus 2020 sebesar Rp 100.000,00 setiap bulan ditambah dengan Rp 6,00 per JKTKL. Cacatan : Biaya pemeliharaan gedung 70 %.
Dengan berdasarkan pada perbandingan luas lantai, maka ditetapkan alokasi tersebut, sebagai berikut :
a. Subbagian Adiministrasi Pabrik sebesar 5 %.
b. Subbagian Bengkel sebesar 15 %.
c. Saubbagian Diesel sebesar 15 %.
d. Departemen A sebesar 25 %.
e. Departemen B sebesar 20 %.
f. Departemen C sebesar 20 %.

Biaya Pemeliharaan Alat-Alat
Untuk Bulan Januari Sampai April 2020
a. subbagian administrasi pabrik sebesar Rp 15.000 setiap bulan, ditambah dengan Rp 0,25 per JKTKL
b. subbagian bengkel sebesar Rp 60.000 setiap bulan, ditambah dengan Rp 2,50 per JKTKL
c. subbagian diesel sebesar Rp 75.000 setiap bulan, ditambah dengan Rp 2,50 per JKTKL
d. departemen A sebesar Rp 125.000 setiap bulan, ditambah dengan Rp 10,00 per JKTKL, khusus tenaga kerja langsung yang bekerja didepatemen A
e. departemen B sebesar Rp 100.000 setiap bulan, ditambah dengan Rp 7,50 per JKTKL, khusus tenaga kerja langsung yang bekerja didepatemen B
f. departemen C sebesar Rp 50.000 setiap bulan, ditambah dengan Rp 5,00 per JKTKL, khusus tenaga kerja langsung yang bekerja didepatemen C

Catatan lain :

Biaya Depresiasi Gedung, Depresiasi Alat dan Listrik (Ketentuannya sama dengan bulan Januari 2020)

TUGAS :

BUATLAH  BUDGET BIAYA PABRIK TIDAK LANGSUNG BULAN FEBRUARI SAMPAI MARET 2020 UNTUK DEPARTEMEN PRODUKSI DAN DEPARTEMEN PEMBANTU. WAKTU PENGERJAAN TUGAS IALAH SEMINGGU.

     
Link Materi Tambahan :