Showing posts with label Manajemen. Show all posts
Showing posts with label Manajemen. Show all posts

Monday, November 11, 2024

Pentingnya Budget Administrasi Pemasaran: Panduan Lengkap untuk Bisnis

Dalam dunia bisnis yang sangat kompetitif saat ini, pemasaran menjadi salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan perusahaan. Namun, tanpa pengelolaan yang tepat, biaya pemasaran bisa sangat membengkak dan mengganggu keuangan perusahaan. Oleh karena itu, penyusunan budget administrasi pemasaran yang efisien sangat diperlukan untuk memastikan bahwa setiap alokasi dana memberikan hasil yang maksimal.

Apa itu Budget Administrasi Pemasaran?

Budget administrasi pemasaran adalah anggaran yang ditetapkan oleh perusahaan untuk berbagai kegiatan pemasaran dan promosi. Ini mencakup berbagai biaya yang dikeluarkan untuk meningkatkan brand awareness, menarik pelanggan baru, serta mempertahankan hubungan dengan pelanggan lama. Budget ini biasanya mencakup biaya untuk iklan, promosi, riset pasar, event, dan biaya operasional yang terkait dengan pemasaran.

Mengapa Budget Administrasi Pemasaran Itu Penting?

Menghindari Pemborosan

Tanpa anggaran yang jelas, perusahaan bisa saja menghabiskan uang untuk kegiatan pemasaran yang tidak efektif atau tidak memiliki dampak signifikan. Dengan adanya budget, perusahaan bisa lebih bijak dalam mengalokasikan dana.

Meningkatkan Pengembalian Investasi (ROI)

Dengan alokasi dana yang tepat, perusahaan dapat memaksimalkan hasil dari setiap usaha pemasaran. Hal ini akan meningkatkan ROI dan memastikan bahwa dana yang dikeluarkan sebanding dengan hasil yang diterima.

Memudahkan Perencanaan dan Pelaksanaan

Budget pemasaran yang sudah disusun dengan matang memungkinkan tim pemasaran untuk merencanakan dan melaksanakan strategi dengan lebih terstruktur. Tanpa budget yang jelas, perencanaan dan implementasi strategi pemasaran bisa menjadi kacau.

Mengukur Kinerja Pemasaran

Budget juga membantu perusahaan untuk mengukur efektivitas pengeluaran pemasaran dan menentukan area mana yang perlu perbaikan atau optimasi.

Cara Menyusun Budget Administrasi Pemasaran yang Efektif

Tentukan Tujuan Pemasaran

Sebelum menyusun anggaran, tentukan terlebih dahulu tujuan pemasaran Anda. Apakah tujuan Anda adalah meningkatkan brand awareness, meningkatkan penjualan, atau memperluas pasar? Setiap tujuan akan mempengaruhi jenis kegiatan pemasaran yang perlu dilakukan dan berapa banyak dana yang harus dialokasikan.

Analisis Biaya Tetap dan Variabel

Pisahkan biaya tetap (seperti biaya gaji tim pemasaran, sewa ruang kantor, dll.) dan biaya variabel (seperti biaya iklan, promosi, event, dll.). Dengan memisahkan keduanya, Anda bisa lebih mudah mengelola dan memonitor pengeluaran.

Prioritaskan Kegiatan yang Berdampak Besar

Setelah menentukan tujuan dan mengidentifikasi biaya tetap serta variabel, prioritas berikutnya adalah memilih kegiatan yang memberikan dampak paling besar terhadap tujuan bisnis. Jika tujuan Anda adalah meningkatkan penjualan, maka sebagian besar anggaran mungkin harus dialokasikan untuk promosi atau iklan.

Tetapkan Anggaran untuk Setiap Kategori Pemasaran

Tentukan anggaran untuk masing-masing kategori pemasaran, seperti:

  1. Iklan (digital, media cetak, TV, dll.)
  2. Riset pasar
  3. Promosi dan diskon
  4. Event dan sponsorship
  5. Content marketing dan media sosial
  6. Monitor dan Evaluasi Secara Berkala

Setelah anggaran disusun dan kegiatan pemasaran dijalankan, penting untuk terus memonitor pengeluaran dan hasil yang diperoleh. Evaluasi secara berkala untuk memastikan bahwa anggaran yang dikeluarkan sesuai dengan hasil yang diinginkan. Jika ada ketidaksesuaian, lakukan penyesuaian anggaran agar tetap efisien.

Ilustrasi: Pembagian Budget Pemasaran

Untuk mempermudah pemahaman pembaca, Anda bisa menambahkan ilustrasi yang menunjukkan contoh pembagian anggaran pemasaran. Berikut adalah contoh pembagian anggaran pemasaran berdasarkan kategori yang umum:

Kategori Persentase Anggaran

Iklan (Media Sosial, Google Ads, dll.) 40%

Riset Pasar 10%

Promosi dan Diskon 15%

Content Marketing (Blog, Video, dll.) 20%

Event dan Sponsorship 10%

Biaya Lain-lain (Gaji Tim Pemasaran, dll.) 5%

Ilustrasi ini bisa dibuat dalam bentuk diagram pie chart atau grafik batang yang mudah dibaca oleh audiens.

Tips Mengelola Budget Pemasaran dengan Baik

Gunakan Software Pengelola Anggaran

Gunakan alat seperti Microsoft Excel, Google Sheets, atau software khusus anggaran pemasaran untuk melacak pengeluaran. Ini akan membantu Anda memastikan bahwa Anda tetap berada dalam anggaran yang telah ditetapkan.

Fleksibilitas dalam Anggaran

Meskipun Anda sudah menetapkan anggaran yang ketat, penting untuk tetap memiliki sedikit fleksibilitas. Terkadang, kesempatan pemasaran yang sangat baik muncul secara mendadak dan Anda harus siap untuk menyesuaikan anggaran.

Fokus pada Kegiatan yang Menghasilkan

Selalu evaluasi hasil dari setiap kampanye pemasaran yang Anda jalankan. Jika suatu saluran atau taktik tidak memberikan hasil yang diinginkan, segera alihkan anggaran ke saluran yang lebih efektif.

        Menyusun budget administrasi pemasaran yang efektif adalah langkah penting dalam menjaga kelangsungan dan pertumbuhan bisnis. Dengan pengelolaan anggaran yang tepat, perusahaan bisa mengoptimalkan setiap pengeluaran pemasaran dan mencapai tujuan bisnis yang diinginkan tanpa pemborosan. Pastikan untuk selalu memantau dan menyesuaikan anggaran sesuai dengan perubahan pasar dan hasil yang diperoleh.


Monday, November 16, 2020

CONTOH SOAL BUDGET BIAYA ADMINISTRASI DAN UMUM

 CONTOH SOAL BUDGET BIAYA ADMINISTRASI DAN UMUM

Berikut contoh perhitungan anggaran biaya administrasi dan umum yang dilakukan pada PT. Argotama:

PT. Argotama, sebuah perusahaan produsen pensil yg berlokasi di Jakarta. Pada bulan Nopember 2020, kantor administrasi perusahaan ini membuat anggaran berkaitan dengan rencana kerja tahun 2021 untuk mendukung seluruh aktivitas perusahaan dalam mencapai tujuannya. Pada tahun 2020, biaya yang dikeluarkan untuk administrasi dan umum adalah sebagai berikut:

·         Gaji 4 staf administrasi sebesar Rp 98.000.000;

·         Gaji 2 manajer sebesar Rp 75.000.000;

·         Gaji direktur sebesar Rp 86.000.000;

·         Biaya sewa kendaraan sebesar Rp 36.000.000;

·         Biaya urusan hukum Rp 24.000.000;

·         Biaya korespondensi Rp 6.000.000;

·         Biaya telpon Rp 12.000.000;

·         Biaya listrik Rp 19.000.000;

·         Biaya alat tulis dan cetak Rp 12.000.000;

·         Biaya penyusutan gedung kantor Rp 15.000.000;

·         Biaya penyusutan kendaraan Rp 24.000.000;

·         Macam-macam biaya administrasi sebesar Rp 9.000.000.

Untuk tahun 2021, perusahaan menganggarkan kenaikan biaya admnistrasi dan umum. Perubahan tersebut mencakup hal-hal berikut:

·         Kenaikan gaji staf adm sebesar 20%

·         Kenaikan gaji manajer & direktur masing-masing sebesar 20% & 15%

·         Direncanakan merekrut 2 orang staf adm baru, dgn gaji per bulan sebesar Rp 2.000.000 / orang

·         Tarif listrik diperkirakan akan naik sebesar 20%

·         Biaya-biaya yg lain diperkirakan tidak berubah.


Untuk tutorial pengerjaannya silahkan akses link Youtube :

Penyelesaian Budget Biaya Administrasi Part 1

Untuk penjelasan mengenai konsep budget administarasi silahkan akses link :

Konsep Budget Administrasi


Langkah Membuat Budget Biaya Administrasi

 Mengenal Budget Biaya Administrasi

Menurut Munandar (2003, hal 187) pengertian anggaran biaya administrasi adalah Anggaran yang merencanakan secara lebih terperinci tentang biaya yang terjadi serta biaya lain yang sifatnya untuk keperluan secara keseluruhan, yang di dalamnya meliputi rencana tentang jenis biaya administrasi, jumlah biaya administrasi, dan waktu (kapan) biaya administrasi tersebut terjadi dan dibebankan, yang masing-masing dikaitkan dengan tempat (departemen) dimana biaya administrasi tersebut terjadi. Anggaran biaya umum adalah anggaran yang berisi semua biaya-biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk direksi dan stafnya, bagian keuangan dan bagian administrasi.

Anggaran administrasi yaitu anggaran yang berisi biaya-biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk kegiatan-kegiatan  yang menunjang usaha perusahaan diluar kegiatan pabrik. Anggaran biaya administrasi merupakan anggaran yang disusun secara terperinci tentang besarnya biaya administrasi perusahaan dan biaya-biaya lain untuk keperluan secara keseluruhan dari perusahaan.

Dalam penyusunan anggaran biaya administrasi ada beberapa faktor yang mempengaruhi penyusunan anggaran biaya administrasi antara lain :

1.      Anggaran penjualan

2.      Anggaran unit yang diproduksikan

3.      Berbagai standar yang telah ditetapkan perusahaan

4.      System pembayaran upah (gaji)

5.      Metode depresiasi

6.      Metode alokasi biaya

Sangat penting mengetahui faktor yang mempengaruhi penyusunan anggaran agar bisa meminimalisir resiko yang mungkin terjadi. Berikut adalah faktor yang mempengaruhi penyusunan anggaran:

1.      Faktor internal :

·         Data penjualan pada tahun-tahun yang lalu;

·         Kebijaksanaan perusahaan yang berhubungan dengan masalah harga jual, syarat pembayaran yang dijual, dan sebagainya.

·         Kapasitas produksi yang dimiliki perusahaan

·         Tenaga kerja, modal kerja dan fasilitas-fasilitas yang dimiliki perusahaan

2.      Faktor eksternal

·              Keadaan persaingan

·              Tingkat pertumbuhan penduduk

·              Tingkat penghasilan masyarakat

 

Langkah-langkah dalam rangka penyusunan standar biaya administrasi dan umum adalah sebagai berikut:

1.      Observasi dan analisa pendahuluan

Langkah ini penting di dalam memastikan semua masalah yang harus diketahui, dan memilih luasnya kegiatan yang dapat distandarisasi serta untuk membantu mengeliminasi kelemahan-kelemahan yang sifatnya routine.

2.      Memilih fungsi atau kegiatan yang disusun standarnya

Standar biaya administrasi dan umum hanya dapat disusun untuk fungsi atau kegiatan yang presentasinya dapat diukur secara pasti, dalam bentuk satuan standar pengukur.

3.      Penentuan satuan standar pengukur kegiatan

Satuan standar pengukur untuk suatu bagian atas sub-bagian kegiatan administrasi umum tergantung kepada kegiatan khusus yang dilaksanakan oleh bagian yang bersangkutan, sehingga dapat dipakai alat mengukut prestasi.

4.      Menentukan metode dan perhitungan dasar

Penelitian gerak dan waktu hanya dilakukan terhadap bagian atau sub-bagian dari fungsi administrasi dan umum ynag dapat disusun standarnya. Atas dasar penelitian gerak dan waktu tersebut disusun anggaran biaya dan dihitung besarnya biaya standar.

5.      Testing atas biaya standar

Setelah biaya standar dihitung, maka standar tersebut harus dites lebih dahulu untuk mengetahui apakah praktis dipakai.

6.      Aplikasi akhir

Dalam aplikasi akhir dari standar memerlukan penjelasan dan keikutseraan para pelaksana, sesuai dengan tanggungjawab atas pekerjaannya masing-masing, karena yang akan diukur prestasinya adalah para pelaksana tersebut.

Contoh Soal Budget Biaya Administrasi dan Umum Klik Link berikut :

Soal Budget Biaya Administrasi

Tugas  Mahasiswa :

Buatlah Contoh Anggaran Budget Biaya Administrasi secara berkelompok maksimal 6 Mahasiswa, buat dalam bentuk pdf dengan waktu pengerjaaan maksimal 1 minggu. (Tidak boleh sama persis dengan kelompok lainnya dalam satu kelas.

Friday, November 13, 2020

Mengenal Bilyet Giro dan Perbedaannya dengan Cek

Pengertian Bilyet Giro

Bilyet Giro merupakan surat perintah nasabah yang telah distandarkan oleh pemerintah, surat perintah dari nasabah sebuah bank kepada bank yang bersangkutan untuk memindahkan sejumlah dana dari rekening atau bisa disebut sebagai rekonsiliasi bilyet giro, dan di berikan oleh pihak penerima yang telah disebutkan namanya di bilyet giro pada bank yang sama atau bank lain.

Namun pembayaran bilyet giro tidak dapat dilakukan dengan uang tunai, melainkan dengan melakukan rekonsiliasi bilyet giro atau pemindahbukuan atau transfer antar rekening. Penggunaan bilyet ini sangat banyak manfaatnya dalam transaksi perbankan. Salah satunya adalah kemudahan dalam melakukan transaksi dalam jumlah besar.


Cek dan giro memiliki beberapa perbedaan di dalamnya. Beberapa di antaranya seperti :

• Cek bisa dicairkan secara tunai melalui bank yang sudah ditunjuk. Sedangkan bilyet giro tidak bisa dicairkan langsung secara tunai sebagaimana sifatnya hanya memindahkan sejumlah uang ke rekening penerima dan mencocokkan rekening tersebut terhadap cas perusahaan Anda ( rekonsiliasi bilyet giro )

• Ketika Anda ingin melakukan transaksi melalui cek, setiap nasabah atau seseorang yang ditunjuk atau berwenang dapat menarik sejumlah dana. Sedangkan bilyet giro hanya dapat dilakukan atas nama nasabah yang berwenang memberikan surat perintah kepada bank.

• Jika seseorang ingin menarik atau mendapatkan pencairan dana menggunakan cek, maka akan dikenakan biaya materai. Namun sementara itu cara mencairkan bilyet giro bagi nasabah yang memiliki kuasa dibebaskan dari biaya materai.

• Cek dapat digunakan sebagai pencairan dana atau uang kepada nasabah atau seseorang yang ditunjuk oleh nasabah. Namun, hal ini tidak berlaku pada bilyet giro. Karena surat perintah nasabah untuk memindahkan dananya kepada seseorang harus memiliki rekening bank yang jelas.

• Walaupun terkesan mudah dilakukan, cek tidak akan dapat dicarikan pada bank, sebelum diberikan tanggal penerbitannya. Sedangkan pada bilyet giro, dapat langsung diserahkan kepada bank sebelum tanggal efektif dan lebih awal.

• Cek memiliki landasan atau dasar hukum yang memiliki sumber dari Kita Undang-Undang hukum dagang atau KUHD. Sementara itu bilyet giro memiliki dasar hukum yang berasal dari bank indonesia atau BI.

Berbagai alasan ditolaknya bilyet giro yang perlu diketahui:

  1. Tidak memenuhi syarat formal.
  2. Pencantuman tanggal efektif tidak dalam tenggang waktu pengunjukan.
  3. Terdapat koreksi yang tidak sesuai dengan ketentuan.
  4. Diunjukkan tidak dalam Tenggang Waktu Efektif.
  5. Syarat formal diisi orang lain atau bukan penarik.
  6. Bilyet giro diblokir pembayarannya.
  7. Tanda tangan tidak sesuai dengan spesimen.
  8. Bilyet giro diduga palsu atau dimanipulasi.
  9. Rekening giro penarik telah ditutup.
  10. Dana yang tersedia tidak cukup.


Tugas Mahasiswa (Jawablah di Kolom Komentar) Cukup Sertakan Nim kalian.

Pertanyaan : 

1.  Berikan contoh keamanan dari Bilyet Giro ?
2.  Apa saja persamaan Cek dan Bilyet Giro ?



Saturday, June 27, 2020

Klasifikasi Biaya Lingkungan

Ronal Hilton membagi jenis biaya lingkungan sebagai berikut:

a.Private dan Social Environmental Cost     Adalah biaya yang ditanggung oleh perusahaan atau individu yang timbul dari aktivitas operasinya. Sebagai contoh adalah biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan agar memenuhi aturan pemerintah mengenai lingkungan dan juga pembersihan danau yang tercemar akibat aktivitas perusahaan, sedangkan Social Environmental Cost adalah biaya yang ditanggung oleh masyarakat secara luas, sebagai contoh adalah biaya yang tanggung oleh pembayar pajak untuk membayar gaji pegawai pemerintah yang mengawasi permasalahan lingkungan, biaya untuk membersihkan sungai atau danau yang tercemar, atau biaya yang ditanggung oleh individu, maupun pihak swasta dan asuransi kesehatan masyarakat berkaitan dengan masalah kesehatan yang ditimbulkan oleh polusi. Salah satu kejadian tragis ditahun 2010 adalah kebocoran minyak di Teluk Meksiko yang berasal dari ledakan kilang minyak lepas pantai Deepwater Horizon menjadi contoh nyata dari private maupun social environmental cost.

          Social environmental cost ditunjukkan oleh kerusakan besar yang dimasa yang akan datang termasuk biaya yang timbul untuk membersihkan pantai dan lahan basah yang ada, rusaknya wilayah rekresasi dan juga industri perikanan lokal, serta juga masalah kesehatan masyarakat akibat kontaminasi hydrocarbon di air sekitar teluk, rawa dan pantai. Sedangkan private environmental cost akan ditanggung oleh perusahaan- perusahaan yang ikut serta dalam pengoperasian pengeboran Deepwater Horizon seperti British Petroleum dan rekanannya dimana total cost yang harus ditanggung oleh BP sendiri secara estimasi di tahun 2010 adalah sebesar USD 40 Milliar.

b.Visible dan Hidden Environmental Cost        Setelah kita mengerti mengenai private dan social environmental cost, maka perlu juga dipahami mengenai visible dan hidden environmental cost karena bisa jadi private maupun social environmental cost itu sifatnya visible atau hidden.

       Visible environmental cost adalah biaya-biaya yang dapat teridentifikasi, terukur dan dihubungkan kepada masalah-masalah lingkungan yang terjadi, seperti contoh adalah: biaya pajak untuk membayar pegawai pemerintah yang mengawasi masalah lingkungan, atau juga biaya yang dikeluarkan untuk membersihkan sungai dan danau yang tercemar.

       Hidden environmental cost adalah biaya-biaya yang sangat susah teridentifikasi dan dihubungkan dengan masalah-masalah lingkungan yang terjadi seperti biaya yang ditanggung oleh individu, serta asuransi kesehatan mengenai dampak kanker pada penggunaan sun-block, atau karena semakin menipisnya lapisan ozon dimana kedua hal ini masih menjadi perdebatan dan belum ada yang meyakinkan secara pasti hubungan antara kanker dan kedua hal ini.

Monday, May 11, 2020

Indikator Penilain dan Pengukuran Kinerja

Kinerja merupakan prestasi yang dapat dicapai oleh organisasi dalam periode tertentu. Menurut Fauzi (1995:207) “Kinerja merupakan suatu istilah umum yang digunakan untuk sebagian atau seluruh tindakan atau aktivitas dari suatu organisasi pada suatu periode, seiring dengan referensi pada sejumlah standar seperti biaya-biaya masa lalu atau yang diproyeksikan, suatu dasar efisiensi, pertanggungjawaban atau akuntabilitas manajemen dan semacamnya”. 

Menurut Mulyadi (2001:337) “Kinerja adalah keberhasilan personil, tim, atau unit organisasi dalam mewujudkan sasaran strategik yang telah ditetapkan sebelumnya dengan perilaku yang diharapkan.” Kinerja perusahaan merupakan sesuatu yang dihasilkan oleh suatu perusahaan dalam periode tertentu dengan mengacu pada standar yang ditetapkan. Kinerja perusahaan hendaknya merupakan hasil yang dapat diukur dan menggambarkan kondisi empirik suatu perusahaan dari berbagai ukuran yang disepakati. Jadi, dapat disimpulkan bahwa kinerja adalah kemampuan, usaha, dan kesempatan personel, tim, atau unit organisasi dalam melaksanakan tugasnya untuk mewujudkan sasaran strategik yang telah ditetapkan. 

Menurut Stout (1993: 33) yang dikutip dari LAN dan BPKP (2000) mengatakan bahwa pengukuran kinerja merupakan suatu proses mencatat dan mengukur pencapaian pelaksanaan kegiatan dalam arah pencapaian misi melalui hasil yang ditampilkan berupa produk, jasa, ataupun suatu proses. Pengukuran kinerja diperlukan untuk mengetahui pencapaian target yang telah ditetapkan. Pengukuran kinerja merefleksikan filosofi dan kultur dari suatu organisasi serta menggambarkan seberapa baik suatu kinerja telah diselesaikan dengan biaya, waktu, dan kualitas yang optimal (Tatikonda dan Tatikonda, 1998: 67).

Sistem penilaian kinerja yang efektif sebaiknya mengandung beberapa indikator kinerja, di antaranya yaitu: 
(1) memperhatikan setiap aktivitas organisasi dan menekankan pada perspektif pelanggan, 
(2) menilai setiap aktivitas dengan menggunakan alat ukur kinerja yang mengesahkan pelanggan, 
(3) memperhatikan semua aspek aktivitas kinerja secara komprehensif yang mempengaruhi pelanggan,
(4) menyediakan informasi berupa umpan balik untuk membantu anggota organisasi mengenali permasalahan dan peluang untuk melakukan perbaikan.

Manfaat sistem pengukuran kinerja yang baik adalah sebagai berikut : 
1) Menelusuri kinerja terhadap harapan pelanggan sehingga akan membawa perusahaan lebih dekat dengan pelanggannya dan membuat seluruh orang dalam organisasi terlibat dalam upaya memberi kepuasan kepada pelanggan. 

2) Memotivasi para pegawai untuk melakukan pelayanan sebagai bagian dari mata rantai pelanggan dan pemasok internal. 

3) Mengidentifikasi berbagai pemborosan sekaligus mendorong upayaupaya pengurangan terhadap pemborosan tersebut. 

4) Membuat suatu tujuan strategis yang biasanya masih kabur, menjadi lebih nyata sehingga mempercepat proses pembelajaran organisasi.

5) Membangun komitmen untuk melakukan suatu perubahan dengan melakukan evaluasi atas perilaku yang diharapkan tersebut. 

Manfaat penilaian kinerja bagi semua pihak adalah agar bagi mereka mengetahui manfaat yang mereka harapkan (Basri dan Rivai, 2004: 55). Manfaat penilaian kinerja menurut pihak-pihak yang berkepentingan dalam penilaian adalah: 

1) Bagi Orang yang Dinilai (Karyawan) 
Bagi karyawan yang dinilai, keuntungan pelaksanaan penilaian kinerja, antara lain: 
a) Meningkatkan motivasi. 
b) Meningkatkan kepuasan hidup.
c) Adanya kejelasan standar hasil yang mereka terapkan.
d) Umpan balik dari kinerja lalu yang kurang akurat dan konstruktif. 
e) Pengetahuan tentang kekuatan dan kelemahan menjadi lebih besar. 
f) Pengembangan tantang pengetahuan dan kelemahan menjadi lebih besar, membangun kekuatan dan mengurangi kelemahan semaksimal mungkin. 
g) Adanya kesempatan untuk berkomunikasi ke atas. 
h) Peningkatan pengertian tentang nilai pribadi. 
i) Kesempatan untuk mendiskusikan permasalahan pekerjaan dan bagaimana mereka mengatasinya. 
j) Suatu pemahaman jelas dari apa yang diharapkan dan apa yang perlu dilaksanakan untuk mencapai harapan tersebut. 
k) Adanya pandangan yang lebih jelas tentang konteks pekerjaan. 
l) Kesempatan untuk mendiskusikan cita-cita dan bimbingan apa pun dorongan atau pelatihan yang diperlukan untuk memenuhi cita-cita karyawan. 
m)Meningkatkan hubungan yang harmonis dan aktif dengan atasan. 

2) Bagi Penilai (atasan, supervisor, pimpinan, manager, konsultan) 
Bagi penilai, manfaat pelaksanaan penilaian kinerja adalah: 
a) Kesempatan untuk mengukur dan mengidentifikasikan kecenderungan kinerja karyawan untuk perbaikan manajeman selanjutnya. 
b) Kesempatan untuk mengembangkan suatu pandangan umum tentang pekerjaan individu dan departemen yang lengkap. 
c) Memberikan peluang untuk mengembangkan sistem pengawasan baik untuk pekerjaan manajer sendiri, maupun pekerjaan dari bawahannya. 
d) Identifikasi gagasan untuk peningkatan tentang nilai pribadi. 
e) Peningkatan kepuasan kerja. 
f) Pemahaman yang lebih baik terhadap karyawan, tentang rasa takut, rasa grogi, harapan, dan aspirasi mereka. 
g) Meningkatkan kepuasan kerja baik terhadap karyawan dari para manajer maupun dari para karyawan. 
h) Kesempatan untuk menjelaskan tujuan dan prioritas penilai dengan memberikan pandangan yang lebih baik terhadap bagaimana mereka dapat memberikan kontribusi yang lebih besar kepada perusahaan. 
i) Meningkatkan rasa harga diri yang kuat di antara manajer dan juga para karyawan, karena telah berhasil mendekatkan ide dari karyawan dengan ide para manajer. 
j) Sebagai media untuk mengurangi kesejangan antara sasaran individu dengan sasaran kelompok atau sasaran departemen SDM atau sasaran perusahaan. 
k) Kesempatan bagi para manajer untuk menjelaskan kepada karyawan apa yang sebenarnya diinginkan oleh perusahaan dari para karyawan sehingga para karyawan dapat mengukur dirinya, menempatkan dirinya, dan berjaya sesuai dengan harapan dari manajer. 
l) Sebagai media untuk menigkatkan interpersonal relationship atau hubungan pribadi antara karyawan dan manajer. 

3) Bagi Perusahaan 
Bagi perusahaan, manfaat penilaian kinerja antara lain: 
a) Perbaikan seluruh simpul unit-unit yang ada dalam perusahaan 
b) Meningkatkan pandangan secara luas menyangkut tugas yang dilakukan oleh masing-masing karyawan. 
c) Meningkatkan kualitas komunikasi. 
d) Meningkatkan motivasi karyawan secara keseluruhan. 
e) Meningkatkan keharmonisan hubungan dalam pencapaian tujuan perusahaan. 
f) Peningkatan segi pengawasan melekat dari setiap kegiatan yang dilakukan oleh setiap karyawan. 
g) Harapan dan pandangan jangka panjang dapat dikembangkan. 
h) Untuk mengenali lebih jelas pelatihan dan pengembangan yang dibutuhkan. 
i) Kemampuan menemu kenali setiap permasalahan. 
j) Sebagai sarana penyampaian pesan bahwa karyawan itu dihargai oleh perusahaan. 
k) Budaya perusahaan menjadi mapan. 

Sunday, May 10, 2020

Soal Latihan Budget Pabrik Tidak Langsung

Informasi Untuk Bulan Selanjutnya :

Setelah kalian menyimak video Youtube dan Membaca Soal Bagaimana membuat budget di bulan Januari, Maka untuk bulan selanjutnya informasi yang diketahui sebagai berikut:
Besarnya gaji Tenaga Kerja Tidak Langsung ditetapkan dalam jumlah tertentu untuk satu bulan, dan tidak dipengaruhi oleh banyak-sedikitnya jumlah produksi pada bulan yang bersangkutan.  Selama tahun 2020 yaitu pada bulan Mei 2020 dan bulan September 2020.

Gaji Karyawan Bulan Mei 2020
·         Adm. Pabrik = Rp 215.000,00
·         Bengkel = Rp 525.000,00
·         Diesel = Rp 430.000,00
·         Departemen A = Rp 540.000,00
·         Departemen B = Rp 490.000,00
·         Departemen C = Rp 175.000,00

Bulan Februari 2020
·         Selama 59.500 JKTKL pada bulan Februari 2020
·         Selama bulan Februari 2020 para Tenaga Kerja Langsung direncanakan akan bekerja di Departemen A selama 31.000 JKTKL
·         Selama bulan Februari 2020 para Tenaga Kerja Langsung direncanakan akan bekerja di Departemen B selama 16.400 JKTKL
·         Selama bulan Februari 2020 para Tenaga Kerja Langsung direncanakan akan bekerja di Departemen C selama 10.550 JKTKL

Bulan Maret 2020
·         selama 62.000 JKTKL pada bulan Maret 2020
  • Selama bulan Februari 2020 para Tenaga Kerja Langsung direncanakan akan bekerja di Departemen A selama 31.120 JKTKL
  • Selama bulan Februari 2020 para Tenaga Kerja Langsung direncanakan akan bekerja di Departemen B selama 16.480 JKTKL
  • Selama bulan Februari 2020 para Tenaga Kerja Langsung direncanakan akan bekerja di Departemen C selama 10.620 JKTKL
Biaya Pemeliharaan Gedung
Besarnya biaya pemeliharaan gedung Januari sampai April 2020 sebesar Rp 100.000,00 setiap bulan ditambah dengan Rp 5,00 per JKTKL pada setiap bulan bersangkutan. Untuk bulan Mei 2020 sampai Agustus 2020 sebesar Rp 100.000,00 setiap bulan ditambah dengan Rp 6,00 per JKTKL. Cacatan : Biaya pemeliharaan gedung 70 %.
Dengan berdasarkan pada perbandingan luas lantai, maka ditetapkan alokasi tersebut, sebagai berikut :
a. Subbagian Adiministrasi Pabrik sebesar 5 %.
b. Subbagian Bengkel sebesar 15 %.
c. Saubbagian Diesel sebesar 15 %.
d. Departemen A sebesar 25 %.
e. Departemen B sebesar 20 %.
f. Departemen C sebesar 20 %.

Biaya Pemeliharaan Alat-Alat
Untuk Bulan Januari Sampai April 2020
a. subbagian administrasi pabrik sebesar Rp 15.000 setiap bulan, ditambah dengan Rp 0,25 per JKTKL
b. subbagian bengkel sebesar Rp 60.000 setiap bulan, ditambah dengan Rp 2,50 per JKTKL
c. subbagian diesel sebesar Rp 75.000 setiap bulan, ditambah dengan Rp 2,50 per JKTKL
d. departemen A sebesar Rp 125.000 setiap bulan, ditambah dengan Rp 10,00 per JKTKL, khusus tenaga kerja langsung yang bekerja didepatemen A
e. departemen B sebesar Rp 100.000 setiap bulan, ditambah dengan Rp 7,50 per JKTKL, khusus tenaga kerja langsung yang bekerja didepatemen B
f. departemen C sebesar Rp 50.000 setiap bulan, ditambah dengan Rp 5,00 per JKTKL, khusus tenaga kerja langsung yang bekerja didepatemen C

Catatan lain :

Biaya Depresiasi Gedung, Depresiasi Alat dan Listrik (Ketentuannya sama dengan bulan Januari 2020)

TUGAS :

BUATLAH  BUDGET BIAYA PABRIK TIDAK LANGSUNG BULAN FEBRUARI SAMPAI MARET 2020 UNTUK DEPARTEMEN PRODUKSI DAN DEPARTEMEN PEMBANTU. WAKTU PENGERJAAN TUGAS IALAH SEMINGGU.

     
Link Materi Tambahan :

Different Types of Compensation

Berbagai Jenis Kompensasi

Ada beberapa bentuk kompensasi yang populer untuk menyatukan pilihan tunjangan yang sesuai dengan tujuan perusahaan dan kebutuhan karyawan. Contoh kompensasi adalah:

Gaji pokok (Basic Salary)

Gaji pokok adalah gaji awal yang dibayarkan kepada seorang karyawan. Ini belum termasuk manfaat tambahan. Ini adalah remunerasi yang diterima karyawan untuk layanan mereka bagi perusahaan. Gaji dasar seorang karyawan dapat dinyatakan dalam upah per jam, atau dalam gaji bulanan atau tahunan.

Komisi (Commision)

Komisi mengacu pada jenis kompensasi lain. Ini terdiri dari gaji pokok yang diterima karyawan bersama dengan jenis kompensasi lain yang dibayarkan untuk pekerjaan mereka. Ini sering terjadi setelah mencapai target tertentu, seperti menjual sejumlah produk atau layanan tertentu.

Upah lembur (Overtime Pay)

Aturan ini memastikan bahwa karyawan mendapat kompensasi yang layak atas jam kerja mereka yang melebihi kontrak mereka. Jam-jam ini sering tidak bekerja secara sukarela, juga tidak dibayar. Itu ilegal di banyak negara dan diatur oleh hukum.

Bonus, Pembagian Keuntungan (Bonuses & Profit sharing)

Gaji bonus adalah remunerasi yang lebih tinggi dari gaji pokok atau upah per jam. Pengusaha memiliki opsi untuk mendistribusikan bonus ini di seluruh organisasi sesuai keinginan mereka, misalnya untuk menuntut posisi dengan banyak tanggung jawab. Namun, mereka harus selalu sesuai dengan tujuan perusahaan

Pilihan Persediaan (Stock Option)

Pembagian keuntungan adalah program imbalan lain yang digunakan oleh organisasi. Ini mensyaratkan karyawan mendapatkan bagian dari keuntungan. Jumlah yang mereka peroleh didasarkan pada laba yang dihasilkan oleh bisnis selama periode tertentu. Biasanya diberikan setiap tahun.

Penggantian Biaya Perjalanan / Makan / Perumahan
Ada bentuk kompensasi lain yang ditawarkan kepada karyawan. Pikirkan biaya perjalanan, uang untuk makan, atau penggantian biaya lainnya. Biaya perjalanan biasanya dikompensasi berdasarkan jumlah per kilometer yang ditempuh.

Referensi
  • Daily, C. M., Johnson, J. L., Ellstrand, A. E., & Dalton, D. R. (1998). Compensation committee composition as a determinant of CEO compensationAcademy of Management Journal, 41(2), 209-220.
  • Milkovich, G. T., Newman, J. M., & Milkovich, C. (2002). Compensation (Vol. 8). New York: McGraw-Hill.

The Pay Model of Compensation (Model Kompensasi)


Chapter 1 The Pay Model. - ppt video online download


Apa itu Model Pembayaran Kompensasi?

Model Pembayaran Kompensasi dan tunjangan membantu manajer untuk merancang dan memahami secara struktural sistem kompensasi untuk karyawan mereka. Model ini terdiri dari tiga komponen utama: tujuan dari model remunerasi, kebijakan yang menjadi fondasi bagi struktur, dan teknik yang menghubungkan kebijakan dengan tujuan.

Kompensasi termasuk gaji pokok serta imbalan dalam bentuk bonus, lembur, cuti, asuransi, mobil perusahaan, rekening pengeluaran, dan manfaat lainnya. Beberapa rencana menekankan gaji pokok, sementara yang lain lebih fokus menggunakan insentif kinerja. Beberapa organisasi juga menawarkan skema bagi hasil kepada karyawan mereka jika mereka membantu meningkatkan produksi dan menurunkan biaya.

Model kompensasi yang digunakan organisasi harus sesuai dengan tujuan perusahaan. Ini dapat membantu menentukan rencana mana yang paling bermanfaat dalam jangka panjang. 

Model Pembayaran Kompensasi dikembangkan oleh G.T. Milkovich dan J.M. Nemwan pada tahun 2002. Mereka mendefinisikan kompensasi sebagai bentuk keuntungan finansial dan layanan nyata serta manfaat yang diterima karyawan sebagai bagian dari pekerjaan mereka. Model ini terdiri dari tiga komponen: kebijakan, teknik, dan tujuan.

Setiap industri atau perusahaan mengembangkan model kompensasi mereka berdasarkan 3 model dasar yaitu :

1. Tujuan Kompensasi
2. Kebijakan strategic yang membentuk dasar dari sistem kompensasi
3. Teknik Kompensasi

Pay Model of Compensation (Model Pembayaran Kompensasi)

Efisiensi (Efficiency)
Sistem remunerasi yang efektif berkontribusi pada efisiensi dalam bentuk peningkatan kinerja, kualitas yang lebih baik, pelanggan yang puas, atau biaya yang lebih rendah.

Keadilan (Fairness)
Keadilan mengacu pada merancang dan memperkenalkan sistem penghargaan yang menghargai kinerja dan memenuhi kebutuhan karyawan. Keadilan adalah fondasi untuk hubungan kerja yang sehat, yang artinya penting bagi karyawan untuk diperlakukan secara adil dan mendapatkan gaji yang sesuai dengan pekerjaan yang mereka lakukan.

Kesesuaian (Complience)
Model kompensasi harus sesuai dengan persyaratan berbagai undang-undang dan peraturan gaji pusat dan nasional. Sesuai dengan peraturan adalah bagian integral dari organisasi mana pun yang ingin bertindak sesuai dengan hukum. Ketika undang-undang berubah, sistem kompensasi harus diubah juga.


Referensi : 
Milkovich, G. T., Newman, J. M., & Milkovich, C. (2002). Compensation (Vol. 8). New York: McGraw-Hill.

Thursday, May 7, 2020

CONTOH SOAL HITUNG BENTUK BUDGET BIAYA PABRIK TIDAK LANGSUNG


          Mari kita bahas, bagaimana menghitung budget biaya pabrik tidak langsung. Sebelum membuat tabel BPTL kita harus menghitung biaya-biaya yang dikeluarkan. Berikut ini contoh soal pembahasannya.

           Sebagai ilustrasi, berikut ini diberikan sebuah contoh Budget Biaya Pabrik Tidak Langsung, sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih jelas :

      
      Sesuai dengan struktur organisasinya, Perseroan Terbatas “Charisma“ membagi bagian Produksinya menjadi 2 (dua) bagian, yaitu Departemen Pembantu (service department) dan Departemen Produksi (producing department). Departemen Pemabntu terdiri dari subbagian Administrasi Pabrik, Subbagian Bengkel, dan Subbagian Diesel, sedangkan Departemen Produksi terdiri dari Departemen A, Departemen B, dan Departemen C.

            Untuk keperluan penyusunan Budget Biaya Pabrik Tidak Langsung tahun 2008 yang akan datang, perusahaan telah menetapkan berbagai standar beserta metode alokasi biayanya, yang disusun dalam bentuk Anggaran Variabel (variable budget), berdasar hasil penelitian khusus (tentang Anggaran Variabel dibahas secara khusus di Bab X). Adapun berbagai standar biaya beserta alokasinya tersebut adalah :

1. Besarnya gaji Tenaga Kerja Tidak Langsung ditetapkan dalam jumlah tertentu untuk satu bulan, dan tidak dipengaruhi oleh banyak-sedikitnya jumlah produksi pada bulan yang bersangkutan.  Selama tahun 2008 yaitu pada bulan Mei 2008 dan bulan September 2008.

2. Besarnya Biaya Biaya Pembantu ditetapkan berdasarkan banyaknya Jam Tenaga Kerja Langsung (JKTKL). yaitu waktu (jam) lamanya para Tenaga Kerja Langsung bekerja selama bulan yang bersangkutan. Dari Buget Upah Tenaga Kerja Langsung yang telah terlebih dahulu disusun, misalnya dapat diketahui bahwa para Tenaga Kerja Langsung direncanakan akan bekerja selama 51.000 JKTKL pada bulan Januari 2008, selama 58.500 JKTKL pada bulan Februari 2008, dan sebagainya.

            Dari Anggaran Variabel yang telah disusun itu, dapat diketahui pula bahwa besarnya biaya bahan pembantu untuk masing-masing subbagian di dalam pabrik, telah ditetapkan sebagai berikut :

Untuk bulan Januari 2008 sampai dengan bulan April :
a.  Subbagian Administrasi Pabrik = Rp. 0,50 per JKTKL.
b.  Subbagian Bengkel = Rp. 0,75 per JKTKL.
c.  Subbagian Diesel = Rp. 4,50 per JKTKL.
d. Departemen A = Rp. 15,00 per JKTKL, khusus Tenaga Kerja Langsung yang bekerja di Departemen A.
e. Departemen B =  Rp. 12,50 per JKTL khusus Tenaga Kerja Langsung yang bekerja di Departemen B.
f. Departemen C = Rp. 10,00 per JKTKL Khusus Tenaga Kerja Langsung yang bekerja di Departemen C.
Untuk bulan Mei 2008 sampai dengan bulan Agustus 2008 :
a. Subbagian Adiministrasi Pabrik = Rp. 0,60 per JKTKL.
b. Subbagian Bengkel = Rp. 1,00 per JKTKL
c. Subbagian Diesel = Rp. 5,00 per JKTKL
d. Departemen A = Rp. 17,00 per JKTKL, khusus Tenaga Kerja Langsung yang bekerja di Departemen A.
e. Departemen B = Rp. 15,00 per JKTKL, khusus Tenaga Kerja Langsung yang bekerja di Departemen B.
f. Departemen C = Rp. 12,00 per JKTKL, khusus Tenaga Kerja Langsung yang bekerja di Departemen C.

Untuk bulan September 2008 sampai dengan bulan Desember 2008 :
a.  Subbagian Adminitrasi Pabrik = Rp. 0,75 per JKTKL.
b.  Subbagian Bengkel = Rp. 6,00 per JKTKL.
c.  Subbagian Diesel = Rp. 6,00 per JKTKL.
d. Departemen A = Rp. 17,50 per JKTKL, khusus Tenaga Kerja Langsung yang bekerja di Departemen B.
e. Departemen B = Rp. 17,00 per JKTKL, khusus Tenaga Kerja Langsung yang bekerja di Departemen B.
f. Departemen C = Rp. 12,50 per JKTKL, khusus Tenaga Kerja Langsung yang bekerja di Departemen C.

Biaya Pemeliharaan Gedung
1) Diketahui bulan Januari sampai bulan April 2008 direncanakan sebesar Rp. 100.000 per bulan, ditambah dengan Rp.5,00 per JKTKL per bulan.
2) Diketahui bulan Mei sampai bulan Agustus 2008 direncanakan sebesar Rp. 100.000 per bulan, ditambah dengan Rp. 6,00 per JKTKL per bulan.
3) Diketahui bulan September sampai bulan Desember 2008 direncanakan sebesar Rp. 100.000 per bulan, ditambah dengan Rp. 7,50 per JKTKL per bulan.

Jadi pada bulan Januari perusahaan akan bekerja selama 51.000 JKTKL, maka biaya pemeliharaan gedung pada bulan Januari 2008 dapat dihitung sebesar = Rp. 100.000 + (51.000 x Rp. 5,00) = Rp. 355.000.

Dengan demikian, dari biaya pemeliharaan gedung bulan januari 2008 sebesar Rp. 355.000 yang akan menjadi beban biaya  pabrik (Biaya PabrikTidak Langsung) sebesar = 70 % x Rp. 355.000 = 248.500. Sisanya menjadi beban biaya Administrasi dan beban biaya Pemasaran.
Cacatan : Biaya pemeliharaan gedung 70 %.

Dengan berdasarkan pada perbandingan luas lantai, maka ditetapkan alokasi tersebut, sebagai berikut :
a. Subbagian Adiministrasi Pabrik sebesar 5 %.
b. Subbagian Bengkel sebesar 15 %.
c. Saubbagian Diesel sebesar 15 %.
d. Departemen A sebesar 25 %.
e. Departemen B sebesar 20 %.
f. Departemen C sebesar 20 %.
    Jadi BPTL adalah Rp. 248.500.
a. Subbagian Administrasi Pabrik
        = 5 % x Rp. 248.500 = Rp. 12.424.
b.  Subbagian Bengkel
        = 15 % x Rp. 248.500 = Rp. 37.275
c.  Subbagian Diesel
        = 15 % x Rp. 248.500 = Rp. 37.275
d.  Departemen A
      = 25 % x Rp. 248.500 = Rp. 62.125
e.  Departemen B
      = 20 % x Rp. 248.500 = Rp. 49.700
f.  Departemen C
    = 20 % x Rp 248.500 = Rp. 49.700

Biaya Pemeliharaan Alat-Alat

Untuk Bulan Januari Sampai April 2008

a. subbagian administrasi pabrik sebesar Rp 15.000 setiap bulan, ditambah dengan Rp 0,25 per   JKTKL
b. subbagian bengkel sebesar Rp 60.000 setiap bulan, ditambah dengan Rp 2,50 per JKTKL
c. subbagian diesel sebesar Rp 75.000 setiap bulan, ditambah dengan Rp 2,50 per JKTKL
d. departemen A sebesar Rp 125.000 setiap bulan, ditambah dengan Rp 10,00 per JKTKL, khusus tenaga kerja langsung yang bekerja didepatemen A
e. departemen B sebesar Rp 100.000 setiap bulan, ditambah dengan Rp 7,50 per JKTKL, khusus tenaga kerja langsung yang bekerja didepatemen B
f. departemen C sebesar Rp 50.000 setiap bulan, ditambah dengan Rp 5,00 per JKTKL, khusus tenaga kerja langsung yang bekerja didepatemen C

Untuk Bulan Mei Sampai Agustus 2008

a. subbagian administrasi pabrik sebesar Rp 15.000 setiap bulan, ditambah dengan Rp 0,40 per JKTKL
b. subbagian bengkel sebesar Rp 60.000 setiap bulan, ditambah dengan Rp 2,50 per JKTKL
c. subbagian diesel sebesar Rp 75.000 setiap bulan, ditambah dengan Rp 3,00 per JKTKL
d. departemen A sebesar Rp 125.000 setiap bulan, ditambah dengan Rp 12,00 per JKTKL, khusus tenaga kerja langsung yang bekerja didepatemen A
e. departemen B sebesar Rp 100.000 setiap bulan, ditambah dengan Rp 10,00 per JKTKL, khusus tenaga kerja langsung yang bekerja didepatemen B
f. departemen C sebesar Rp 50.000 setiap bulan, ditambah dengan Rp 6,00 per JKTKL, khusus tenaga kerja langsung yang bekerja didepatemen C

Untuk Bulan September Sampai Desember 2008

a. subbagian administrasi pabrik sebesar Rp 15.000 setiap bulan, ditambah dengan Rp 0,50 per JKTKL
b. subbagian bengkel sebesar Rp 60.000 setiap bulan, ditambah dengan Rp 4,00 per JKTKL
c. subbagian diesel sebesar Rp 75.000 setiap bulan, ditambah dengan Rp 4,00 per JKTKL
d. departemen A sebesar Rp 125.000 setiap bulan, ditambah dengan Rp 12,50 per JKTKL, khusus tenaga kerja langsung yang bekerja didepatemen A
e. departemen B sebesar Rp 100.000 setiap bulan, ditambah dengan Rp 12,00 per JKTKL, khusus tenaga kerja langsung yang bekerja didepatemen B
f. departemen C sebesar Rp 50.000 setiap bulan, ditambah dengan Rp 7,50 per JKTKL, khusus tenaga kerja langsung yang bekerja didepatemen C

Biaya Listrik

Besarnya biaya listrik dari bulan kebulan selalu sama, yaitu sebesar Rp 350.000 dengan demikian, dari biaya listrik bulan januari 2008 sebesar Rp 350.000 akan menjadi beban biaya pabrik (biaya pabrik tidak langsung) sebesar = 40% x Rp 350.000 = Rp 140.000.

catatan : 40% beban biaya listrik

Maka Ditetapkan Alokasi Tersebut, Sebagai Berikut :

·         subbagian administrasi pabrik sebesar 10%
·         subbagian bengkel sebesar 15%
·         subbagian diesel sebesar 15%
·         departemen A sebesar 20%
·         departemen B sebesar 20%
·         departemen C sebesar 20%

Dengan demikian biaya listrik yang menjadi beban biaya pabrik bulam januari sebesar Rp 140.000 akan dialokasikan dan menjadi beban masing-masing subbagian, sebagai berikut:

a. subbagian administrasi pabrik = 10% x Rp 140.000 = Rp 140.000
b. subbagian bengkel = 15% x Rp 140.000 = Rp 21.000
c. subbagian diesel = 15% x Rp 248.500 = Rp 21.000
d. departemen A = 20% x Rp 140.000 = Rp 28.000
e. departemen B = 20% x Rp 140.000 = Rp 28.000
f. departemen C = 20% x Rp 140.000 = Rp 28.000

       Defresiasi gedung untuk tahun 2008 sebesar Rp. 300.000 setiap bulan. Dengan demikian, dari depresiasi gedung  bulan januari 2008 sebesar Rp. 300.000 yang akan menjadi beban biaya pabrik sebesar = 65 % x Rp 300.000 = Rp. 195.000.

Maka ditetapkan alokasi tersebut, sebagai berikut :

a. subbagian administrasi pabrik sebesar 5%
b. subbagian bengkel sebesar 15%
c. subbagian diesel sebesar 15%
d. departemen A sebesar 25%
e. departemen B sebesar 20%
f. departemen C sebesar 20%

Dengan demikian depresiasi gedung bulan januari 2008 sebesar Rp. 195.000 akan dialokasikan dan menjadi beban masing-masing subbagian, sebagai berikut :

a. subbagian administrasi pabrik = 5% x Rp 195.000 = Rp 9.750
b. subbagian bengkel = 15% x Rp 195.000 = Rp 29.250
c.  subbagian diesel = 15% x Rp 195.000 = Rp 292.250
d. departemen A = 25% x Rp 195.000 = Rp 48.750
e. departemen B = 20% x Rp 195.000 = Rp 39.000
f. departemen C = 20% x Rp 195.000 = Rp 39.000

Dengan menggunakan metode depresiasi garis lurus (straight line method), ditetapkan pula bahwa depresiasi alat-alat yang terdapat dan dipergunakan di masing-masing suubagian di dalam pabrik, sebagai berikut :

a.  Subbagian Bengkel sebesar Rp. 170.000 setiap bulan
b.  Subbagian Diesel sebesar Rp. 200.000 setiap bulan
c.  Departemen A sebesar Rp. 300.000 setiap bulan
d.  Departemen B sebesar Rp. 250.000 setiap bulan
e.  Departemen C sebesar  Rp. 150.000 setiap bulan

Sebagaimana terlihat dalam Budget Upah Tenaga Kerja Langsung (JKTKL), sebagaimana terlihat dalam Budget Upah Tenaga Kerja Langsung yang telah terlebih dahulu disusun, maka Perseroan Terbatas “Charisma” dapat menyusun Budget Biaya Pabrik Tidak Langsung untuk tahun 2008.

NOTE :

·         Contoh soal latihan ada di blog ini dengan Link : Soal Latihan Budget Pabrik Tidak Langsung

·         Video Youtube Pembelajaran dan Tutorial Membuat Tabel Silahkan akses di Youtube Channel “Enggar Widianingrum"  Link Youtube : Langkah Membuat Budget Anggaran Pabrik Tidak Langsung


Referensi : Buku Budgeting karya Drs. M. Munandar