Wednesday, July 31, 2019

Pengertian dan Jenis Transaksi dalam E-commerce Menurut Ahli

      Menurut E. Turban, David K, J. Lee, T. Liang, D. Turban (2012,p38), Perdagangan elektronik (electronic commerce, disingkat EC, atau e-commerce) mencangkup proses pembelian, penjualan, transfer, atau pertukaran produk, layanan atau informasi melalui jaringan komputer, termasuk internet. Beberapa orang memandang istilah perdagangan (e-commerce) hanya untuk menjelaskan transaksi yang dapat dilakukan antar mitra bisnis.
         Menurut E. Turban, David K, J. Lee, T. Liang, D. Turban (2012,pp42- 43), e-commerce dapat dilakukan berbagai pihak, Jenis umum dari transaksi ecommerce dijelaskan di bawah ini.
1. Bisnis ke bisnis (bussines-to-bussines—B2B)
         Dalam transaksi b2b, baik penjual maupun pembeli adalah organisasi bisnis. Kebanyakan dari EC adalah jenis ini.
2. Perdagangan kolaborasi (collaborative--c-commerce)
          Dalam c-commerce para mitra bisnis berkolaborasi (alih – alih membeli atau menjual) secara elektronik. Kolaborasi semacam ini seringkali terjadi antara dan dalam mitra bisnis di sepanjang rantai pasokan.
3. Bisnis ke konsumen (bussines-to-consumer—B2C)
            Dalam B2C, penjual adalah perusahaan dan pembeli adalah perorangan. B2C disebut juga e-tailing.
4. Konsumen-ke-konsumen (consumer-to-consumer—C2C)
           Dalam C2C, seorang menjual produk ke orang lain. (Anda juga) dapat melihat C2C digunakan sebagai “customer-to-customer” (pelanggan ke pelanggan). Kedua istilah ini dapat dianggap sama, dan keduanya akan digunakan untuk menjelaskan orang – orang yang menjual produk dan jasa ke satu sama lain.
5. Konsumen-ke-bisnis (consumer-to-bussines—C2B)
         Dalam C2B, konsumen memberitahukan kebutuhan atas produk atau jasa tertentu, dan para pemasok bersaing untuk menuediakan produk atau jasa tersebut ke konsumen, Contohnya di Priceline.com, di mana pelanggan menyebutkan produk dan harga yang diinginkan, dan Priceline mencoba untuk menemukan pemasok yang memenuhi kebutuhan tersebut.
6. Perdagangan intrabisnis (intraorganisasional)
          Dalam situasi ini perusahaan menggunakan EC secara internal untuk memperbaiki operasinya, Kondisi khusus dalam hal ini disebut juga sebagai EC B2E (business-to-its-employees).
7. Pemerintah-ke-warga(government-tocitizen—G2C)
       Dalam kondisi ini sebuah entitas (unit) pemerintah menyediakan layanan ke para warganya melalui teknologi EC. Unit-unit pemerintah dapat melakukan bisnis dengan berbagai unit pemerintah lainnya serta dengan berbagai perusahaan (G2B).
8. Perdagangan mobile (mobile commerce—m-commerce)
           Ketika e-commerce dilakukan dalam lingkungan nirkabel, seperti dengan menggunakan telepon seluler untuk mengakses internet dan berbelanja, maka hal ini disebut m-commerce.

Format Bisnis Ritel Di Indonesia


       Format Bisnis Ritel Di Indonesia
       Menurut Asep ST Sujana (2005:16) mengklasifikasikan tipe bisnis ritel berdasarkan:
                  a. Ownership (kepemilikan bisnis),
§  Single-store Retailer; merupakan tipe binis retail yang paling banyak jumlahnya dengan ukuran toko umumnya dibawah 100 m2 mulai dari kios atau toko dipasar tradisional sampai dengan minimarket modern; dengan kepemilikan secara individual.
§  Toko Retail; adalah toko retail dengan banyak (lebih dari satu) cabang dan biasanya dimiliki oleh institusi bisnis bukan perorangan.melainkan dalam bentuk perorangan (company owned retail chain).Bentuknya mulai dari rantai toko minimarket sampai dengan mega hyperstore.contoh nyata yang umum adalah seperti Hero Supermarket, Sogo, Dept,Store & Supermarket, Matahari, Ramayana, dan sebagainya.
§  Toko Waralaba (Franchise Stores); adalah toko retail yang di bangun berdasarkan kontrak kerja waralaba (bagi hasil)antara terwaralaba (franchisee) yakni pengusaha investor perseorangan (independent business person)dengan pewaralaba (franchisor)yang merupakan pemegang lisen bendera/nama toko,sponsor,dan pengelola usaha)

b. Merchandise category (kategori barang dagangan),
§  Special store (Toko Khas) merupakan toko retail yang menjual satu jenis kategori barang atau suatu rentang kategori barang (merchandise category) yang relatif sempit/art-shop (pasar seni), jewelry store (toko perhiasan),toko buku,dan sebagainya.
§  Grocery store (Toko Serba Ada, Toserba) merupakan toko ritel yang menjual sebagian besar kategori barangya adalah barang groceries (kebutuhan sehari-hari; freshfood perishable, dry-food ,beverages, cleanings dan cosmetics,serta household items.Umumya toko retail modern yang sudah mapan adalah berbasis sebagai grocery retailers di mana mereka jual lebih dari 60% dari assortment (bauran produk) adalah merupakan kebutuhan pokok (basic needs)harian pribadi, keluarga,atau rumah tangga.contohya Carrefour,Makro,Hero,Lion Superindo, dan tip top
§  Department Store sebagian besar dari assortments yang di jual adalah merupakan non-basic items (bukan kebutuhan pokok), fashionables,dan branded items(bermerek) dengan lebih dari 80%(konsinyasi). Contohya,Ramayana,Borobudur,Sogo,Dept store, Matahari galleria dan Pasaraya
§  Hyperstore menjual barang-barang dalam rentang kategori barang yang sangat luas.menjual hampir semua jenis barang kebutuhan setiap lapisan konsumen,mulai dari barang grocery,household,textile,appliance,optical dan lainnya dengan konsep one-stop-shopping (everything-in-oneroof),bahkan ganti oli, dang anti ban mobil dapat di layani di dalam toko ritel sejenis ini.paling tidak di butuhkan sedikitya 10.000 m persegi luasan sales area.toko-toko retail di Indonesia tampakya belum ada yang dapat dikategorikan dalam tipe hyperstore,bahkan Carrefour sekalipun.Meskipun di negarya (Perancis), Carrefour juga telah mengoperasikan model ini.

c. Luas sales area (area pejualan),
§   Small Store/Kiosk;sebuah toko kecil (kios) yang umumnya merupakan toko ritel traditional,dioperasikan sebagai usaha kecil dengan sales area dari 100 m2
§   Minimarket;dioperasikan dengan luasn sales area antara 100 sampai dengan 1.000 m2.
§   Supermarket;dioperasikan dengan luasan sales area antara 1.000 sampai dengan 5.000 m2.
§   Hypermarket;dioperasikan dengan luasan sales area lebih dari 5.000 m2

d. Non-store retailer (retailer tanpa toko).
o  Multi-Level-Marketing (MLM); adalah suatu model penjualan barang secara langsung (direct selling) dengan system komisi penjualan berperingkat berdasarkan status keanggotaan dalam distribution lines (jalur atau peringkat distribusi).Kemudian karena marketing policy-nya untuk tidak melakukan above the line promotion (advertising) dan tidak di perbolehkannya marketing budget-nya di kompensasikan ke dalam bentuk Point Value (PV) dan Benerfit Value (BV) bagi para direct distributor.Contoh nyata model ini adalah Amway,CNI, dan lain-lain
o  Mail & Phone Order Retailer; bentuk lain dari non-store retailer adalah Mail & Phone Order Retailer atau bisa di sebut sebagai “ toko pesan antar “,yakni perusahaan yang melakukan penjualan berdasarkan pesanan melalui surat dan atau telepon .Contoh dari model non-store retailer in,antara lain TV Media DRTV, dan sebagaiya.dalamperkembangannya.contoh retailer tipe inipun tidak lagi murni non-store retailer dengan di bukanya showroom-showroom (konter) di hampir seluruh kota besar.
o  Internet/Online Store (e-Commerce);perkembangan teknologi informasi khususnya internet,telah memukinkan berkembangnya “toko retail” di dunia maya.Adopsi teknologi internet ke dalam bentuk online retailing (e-tail-ing, e-commerce) begitu memukau sehingga banyak yang gagal karena over-estimate atau over-self-confidence walaupun ada pula yang berhasil seperti Amazon.com,dan Walmart.com.proses follow-up antara lain melalui penyedian pusat layanan informasi dan konsumen,serta system layanan pesan-antar yang memadai

Memahami Bisnis Ritel (Pengelolaan Bisnis Ritel)

Pengertian bisnis

       Bisnis dalam pengertian yang luas yaitu merupakan kegiatan dalam semua aktifitas dalam produksi barang atau jasa. Menurut Griffin (2003) bisnis adalah segala sesuatu yang menyediakan barang atau jasa.Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa biisnis merupakan kegiatan yang didalamnya terdapat beberapa unsur yaitu: penjual, pembeli,dan barang atau jasa.

Jenis- jenis bisnis
       Jenis bisnis dibagi menjadi 3 yaitu :
a. Production (Produksi) merupakan kegiatan dalam menciptakan suatu barang atau jasa.
b. Distribution (Distribusi) merupakan penyaluran barang dari produsen ke konsumen atau dari 
     distributor ke distributor lainnya.
c. Consumer (Konsumen) adalah rantai terakhir dari barang, konsumen sebagai pangguna barang
     atau jasa.

Pengertian ritel
         Ritel merupakan salah satu bisnis dalam pemasaran barang dan jasa yang kegiatannya memecah atau mengecer barang. Dalam bisnis ritel ini target utama yaitu adalah konsumen sebagai pengkon-sumsi barang atau jasa, bukan distributor untuk dijual kembali. Bisnis ritel sudah ada sejak lama dimana dulu hanya dikenal sebagai toko saja, tetapi dengan perkembangan zaman sudah dikenal sebagai bisnis ritel dan yang mempunyai bisnis ini atau pemilik disebut peritel.

Perkembangan bisnis ritel di Indonesia

          Industri ritel dibagi menjadi 3 yaitu :
a) Pasar tradisional
b) Minimarket
c) Supermarket/ hypermarket

Peran bisnis ritel
          Usaha eceran atau usaha ritel mempunyai peran yang sangat penting baik ditinjau dari pihak konsumen atau dari pihak produsen.

Dari Pihak Produsen:
a. Peritel dipandang sebagai pihak yang ahli dalam bidang penjualan produk perusahaan.
b. Peritel adalah ujung tombak peusahaan yang akan sangat menentukan laku tidaknya produk
    perusahaan.
c. Peritel adalah sumber informasi yang sangat berharga mengenai produknya.
d. Hadiah , iklan,dan undian diberikan kepada konsumen dari peritel.

Dari Pihak Konsumen:
Bisnis ritel memenuhi kebutuhan-kebutuhan ekonomis bagi konsumen melalui lima cara yaitu:
a. Bisnis ritel biasanya memiliki dekat dengan target dari pasar tersebut, misalnya konsumen
    kebanyakan seperti toko ritel seperti alfamart berada di pemukiman masyarakat.
b. Memberikan kemudahan bagi konsumen karena konsumen cenderung akan memilih bisnis ritel 
    yang menguntungkan bagi mereka.
c. Menetapkan harga yang rendah, bersaing dengan pesaing lainnya agar tidak kehilangan konsumen.
d. Bisnis ritel membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat. Dimana produk yang dijual adalah
    yang dibutuhkan oleh konsumen sehingga semua yang diinginkan daoat dipenuhi oleh peritel.
e. Bisnis ritel juga mendiukung produksi massal, karena merek menunjang angka penjualan dari
    bisnis eceran tersebut.

Fungsi ritel
         Industri ritel memegang peranan penting dalam perekonomian suatu negara, terutama berkaitan dengan proses pendistribusian berbagai macam produk yang dibutuhkan oleh masyarakat, yaitu:
a. Melakukan transaksi jual beli pada tempat yang telah ditentukan sesuai dengan kenyamanan dan
     kemudahan dalam bertransaksi.
b. Peritel memberikan pilihan terhadap konsumen untukmemilih barang yang akan di konsumsi agar
    dapat mencapai kepuoasan puncak konsumen.
c. Peritel tidak hanya mengecer barang per satuan tetapi ada juga yang menjual dengan jumlah
     banyak sehingga dpat didistribusikan kembali.
d. Peritel diharapkan dapat membuat kemasan yang lebih menarik.
e. Menyimpan produk yang diperjualbelikan agar tetap tersedia pada tingkat harga yang relatif
     rendah.
f. Peyaluran produk melalui sistem distribusi.
g. Memberikan layanan yang maksimal seperti purna jual dan keluhan pelanggan.
h. Memberikan fasilitas kredit dan fasilitas sewa.
i. Meningkatkan nilai produk.

Monday, July 8, 2019

Jurnal Abdimas 1

UPAYA PENINGKATAN EFESIENSI BIAYA PRODUKSI UMKM RAJUTAN MELALUI IMPLEMENTASI PURCHASE ORDER PADA SENTRA RAJUT SUMANTRI MARGALUYU KOTA BANDUNG

Abstrak
Perkembangan bisnis rajut di Kota Bandung tidak terlepas dari peran para pengusaha Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Bandung dikenal sebagai pusat mode Indonesia dan dijuluki Paris Van Java karena memiliki karakteristik serupa dengan Paris. Hal tersebut menuntut para pengusaha khususnya pengrajin bidang rajut memiliki kemampuan, pengetahuan, keahlian dan kompetensi diri dalam menjaga kualitas dan kuantitas dari produk yang dihasilkan sebagai nilai tambah agar dapat bersaing dengan produk dalam maupun luar negeri. Selain itu, para pengrajin rajut harus memahami efesiensi biaya produksi agar bisa memperoleh keuntungan maksimal dan usahanya tidak mengalami kemunduran. Baca selengkapnya pada link berikut:

https://ejournal.bsi.ac.id/ejurnal/index.php/abdimas/article/view/5095

Saturday, April 13, 2019

Pengelompokkan Pelanggan

        Bagi perusahaan keberadaan pelanggan adalah penting, bahkan perusahaan dari waktu ke waktu harus terus menerus berusaha membuat strategi bisnis yang dapat menarik pelanggan sebanyak-banyaknya, karena pelanggan adalah asset perusahaan. Secara umum dikenal tiga pengelompokan pelanggan yaitu :

Tujuan dan Bentuk Promosi dalam Pemasaran

           Promosi adalah suatu arus informasi atau bujukan yang dilakukan untuk mengarahkan orang-orang agar dapat mewujudkan pertukaran penjualan.
          Tujuan dari promosi adalah meningkatkan penjualan, sedangkan secara spesifiknya menurut Griffin dan Elbert (2007) dalam Rismi somad (2014) :

Pengertian, Komponen dan Penanggulangan Layanan Purna Jual

Pengertian Layanan Purna Jual
            Menurut Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 20/M-DAG/Per/5/2009 Tentang Ketentuan Dan Tata Cara Pengawasan Barang dan/atau Jasa, Pelayanan purna jual adalah pelayanan yang diberikan oleh pelaku usaha kepada konsumen terhadap barang dan/atau jasa yang dijual dalam hal jaminan mutu, daya tahan, kehandalan operasional sekurang-kurangnya selama 1 (satu) tahun.

Dua Jenis Proses Dalam Manajemen Operasi



a.       Operational Process
Di dalam kategori operational process biasanya terdapat kegiatan merancang, memproduksi, dan menyerahkan barang/jasa untuk pelanggan. Dari sisi fungsi operasional, kegiatan-kegiatan ini biasa disebut product development, manufaktur, logistik dan distribusi.

b.      Administrative Process
Kategori administrative process umumnya meliputi kegiatan yang tidak memproduksi output namun tetap diperlukan untuk berjalannya proses operasional. Secara fungsional kegiatan dalam kategori administrative process lazim disebut strategic planning, budgeting, dan pengukuran kinerja.

Pengertian Dividen Menurut Para Ahli Terbaru 2019

         Dividen adalah suatu pembayaran yang dilakukan kepada para pemegang saham yang berasal dari keuntungan perusahaan. Kebijakan dividen sangat berpengaruh terhadap laba dan kas dalam perusahaan dan cenderung lebih menguntungkan para pemilik saham jika tidak dikelola dengan kebijakan yang benar.

Macam - Macam Deviden

 Ada beberapa jenis Deviden (Siswi Nirwanasari, 2007:22) yaitu :
a.       Deviden kas, Deviden yang paling umum dibagikan perusahaan adalah bentuk kas. Yang perlu diperhatikan oleh pimpinan perusahaan sebelum membuat pengumuman adanya Deviden kas

Proses Transformasi dalam Manajemen Operasi




Dari gambar diatas dapat diartikan Input masuk ke dalam proses transformasi untuk menghasilkan output dan yang turut memegang peran penting dalam lingkungan seperti supplier (penyedia input) dan

4 Fase Sejarah Manajemen Menurut Ahli



Fase ke satu : Pemikiran Awal Manajemen
Pemikiran awal manajemen, menurut Wren, terjadi sebelum abad 20. Pada waktu itu, ada 2 peristiwa penting. Peristiwa pertama: Buku Adam Smith Tahun 1776 saat Adam Smith memunculkan doktrin ekonomi klasic "The Wealth of Nation"  yang dalam buku yang ia terbitkan mengemukakan tentang

15 Jenis dan 6 Macam Penggolongan Barang Dalam Ekonomi


                                                  Penggolongan Jenis Barang Ekonomi

              Barang merupakan jenis alat pemuas kebutuhan manusia, selain barang manusia juga memerlukan alat pemuas kebutuhannya yakni jasa. Berikut, artikel ini menjelaskan 15 jenis barang dalam ekonomi yang sehari-hari ada disekitar kita serta 6 macam penggolongan barang dalam ekonomi.